Cesc Fabregas Ketahuan Bahwa Dirinya Tak Suka Antonio Conte

Cesc Fabregas Ketahuan Bahwa Dirinya Tak Suka Antonio Conte

Cesc Fabregas Ketahuan Bahwa Dirinya Tak Suka Antonio Conte

Wilson Appeal – Cesc Fabregas Ketahuan Bahwa Dirinya Tak Suka Antonio Conte – Gelandang Chelsea Cesc Fabregas mencari musuh yang tak perlu setelah ketahuan memberi tanda ‘Likes’ pada salah satu twit tentang pemecatan Antonio Conte.

Antonio Conte memang akhirnya dipecat oleh direksi The Blues pada hari Jumat (13/7), tapi selang 24 jam sebelumnya sudah ramai bercuit twit-twit soal kepergian pelatih Italia itu, dan Fabregas memencet tombol Likes untuk salah satu twit itu.

Conte meninggalkan pekerjaannya di Stamford Bridge menyusul maraknya spekulasi soal masa depannya belakangan ini. Mantan bos Napoli Maurizio Sarri diketahui akan segera mengambil alih kendali dari rekan senegaranya tersebut menjelang musim 2018/19.

Fabregas sudah dikaitkan dengan kepindahan dari Chelsea sejak awal karir Conte di klub itu, dan ia agaknya merasa senang bahwa seorang manajer baru sedang dalam perjalanan ke klub.

Pemain asal Spanyol itu memencet tombol Likes untuk sebuah twit yang berbunyi: “Yes, Conte akhirnya pergi.”

Fabregas kemudian mengklaim itu salah pencet, sebelum akhirnya menghapus twit permintaan maafnya. Tapi apakah kita bisa percaya padanya?

Cesc Fabregas Ketahuan Bahwa Dirinya Tak Suka Antonio Conte

Fabregas sudah pernah mengutarakan bahwa gara-gara Conte, ia tidak dipanggil masuk ke skuad Spanyol untuk Piala Dunia 2018.

“Pada laga-laga pertama Conte bersama Chelsea, saya tidak bermain sama sekali,” katanya bulan lalu.

“Dia (mantan pelatih Spanyol Julen Lopetegui) ingin memberi kesempatan kepada para pemain muda yang bekerja sama dengannya di U-21 dan U-19.”

“Keputusan itu cukup adil. Mereka sudah bermain dengan baik selama dua tahun. Mereka pantas mendapatkan kesempatan. Saya hanya bisa menunggu dan terus berlatih.”

Gelandang itu juga mengkritik taktik defensif Conte menyusul pertandingan Chelsea melawan Barcelona di ajang Liga Champions pada Februari lalu.

“Menghabiskan waktu 90 menit di sana hanya bermain bertahan akan menjadi 90 menit yang sangat lama. Ini bisa selama-lamanya begitu,” tandas Fabregas setelah kekalahan Chelsea dari Barca pada leg pertama.

“Anda harus pergi ke sana untuk menyerang. Kami seharusnya bisa menyulitkan mereka. Bertahan 90 menit adalah misi bunuh diri, kami harus memiliki kepribadian dan memainkan permainan kita.”

Untuk Bermain taruhan judi bola dan casino online, silahkan baca panduan:

Cara Daftar Sbobet

Daftar Casino Online

Baca Juga:

Percayakan taruhan anda hanya di Merdekabet

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *